Indonesia No. 60 dari 61 Negara Paling Malas Baca di Dunia . (Survey UNESCO dan OECD – 2016).Tiap tahun tidak ada perubahan drastis
Indeks kegemaran baca kita HANYA 0,001%. Orang Indonesia tidak membaca 1 buku pun dalam setahun.
Rata-rata kecepatan baca siswa di Indonesia hanya 200 KPM (setara SD) Kecepatan membaca Siswa SMP dan SMA setara SD
Selain lamban, hanya 15% siswa paham buku yang mereka baca. Ini peyebab skor PISA kita termasuk terendah di dunia
Ratusan Siswa SMP di Buleleng Tidak Bisa Baca Tulis, Puluhan Siswa SMP bahkan SMA di Pangandaran, Indramayu dan di kota lainnya, tidak Bisa Membaca, Dedi Mulyadi syok saat seorang anak SMA tidak tahu sama sekali 2 tahun itu berapa bulan? Literasi geografi, sejarah, numerik sangat parah. Tidak tahu nama pahlawan, nama ibu kota propinsi, tapi hapal nama artis Korea.
Jangan biarkan anak Anda atau siswa Anda darurat literasi, malas membaca buku dan lebih suka membaca informasi lewat medsos. Pengajaran literasi di sekolah cenderung membuat gen Z meninggalkan buku cetak.
Untuk meningkatkan minat baca, kecepatan membaca, pemahaman membaca, LKP-CHC Alfateta bersedia memberikan asesmen kecepatan membaca gratis kepada seluruh siswa di Indonesia, baik offline maupun online.
Dapatkan program Asesmen dapat uang, dari BCA. Program ini terbatas. Mohon maaf, jika saat mendaftar Asesmen Gratis program Dapat Uang ini ditutup karena telah memenuhi kuota.
Asesmen gratis adalah pengukuran kecepatan membaca siswa dan guru di tingkat SD, SMP, dan SMA. Tanpa pengukuran, sekolah tidak tahu bagaimana meningkatkan minat baca dan pemahaman. Asesmen dapat dilakukan offline atau online via Zoom.
Metode Offline: menggunakan lembar bacaan A4.
Metode Online: menggunakan bahan bacaan digital via grup WhatsApp.
Insentif Jabodetabek: dapat disesuaikan dengan program kerja sama yang berlaku.
Assessment ini diberikan gratis melalui perwakilan kami atau trainer kami yang ada di seluruh Indonesia. Apabila tidak ada maka kami dapat melakukannya melalui Zoom/online. Waktu dibutuhkan hanya 15-30 menit.
Apa yang dilakukan setelah assessment. Kami akan merekapitulasi dan memberikan laporan. Apabila nilai kecepatan membaca siswa Anda sangat rendah maka Anda dapat melakukan dua hal:
1. Membiarkan nilai kecepatan baca siswa Anda rendah.
2. Mengikuti pelatihan fast track atau reguler. Dapat sebagai ekstrakurikuler atau mulok.. atau bahkan diterapkan di semua pelajaran
Dari hasil Assessment siswa di tingkat SD, SMP, SMA, kecepatan membaca siswa 90% sangat rendah. Kecepatan membaca terkait dengan tinggi atau rendahnya minat baca, kegemaran membaca, pemahaman terhadap bacaan dan budaya literasi bangsa Indonesia. Sekolah adalah memberikan kontribusi besar pada rendahnya minat baca bangsa kita di dunia. Sangat tidak habis pikir, ketika sekolah membiarkan kondisi ini setelah dilakukan asesmen. Satu satunya kegiatan literasi yang diandalkan disekolah adalah membaca 15 menit sebelum masuk sekolah seminggu sekali. Padahal hal ini justru dapat membunuh minat baca siswa itu sendiri, karena di zaman internet dan serba cepat ini mereka dipaksa untuk membaca kata demi kata.
Merah, oranye, kuning menunjukkan rendah. Jadi siswa SMP di sekolah ini sekitar 60% , kecepatan membacanya rendah. . Jika ini dibiarkan maka berpotensi minat baca dan kecepatan membacanya di SMP akan rendah.
Ketika siswa masuk SMP, maka dia tidak mendapatkan pelatihan membaca, apalagi baca cepat, akhirnya di SMP terlihat 90% kecepatan membaca siswa rendah. Warna merah + oranye+ hijau. Jika dibiarkan SMA akan lebih parah lagi.
Ini adalah bukti nyata, setelah mengikuti pelatihan Reading Mastery, kecepatan membaca para guru meningkat bahkan ada yang sampai 1000 bahkan 2000%. Ini hanya pembelajaran 7 jam, Bagaimana jika pembelajaran dilakukan 12 sesi @ 2-3 jam selama 1 tahun Kita bukan saja mampu meningkatkan kecepatan membaca, tapi juga dapat meningkatkan kegemaran, pamehaman, dan budaya literasi kita sampai 1000%. Mempu membaca dari 0 buku pertahun menjadi 12-52 buku setahun, dan mampu membaca dengan kecepatan sampai 2000%.
Dengan metode membaca Reading Mastery, menggantikan membaca 15 menit setiap seminggu sekali, kita bukan saja mampu meningkatkan minat, kecepatan, dan pemahaman membaca sampai 1000%, tapi juga dapat tampil di olimpiade memaca cepat tingkat internasional.
Sekolah literasi pertama artinya adalah sekolah Anda menjadi sekolah pertama yang menyelenggarakan reading mastery. Reading mastery adalah teknik membaca cepat benar efektif dan efisien. Kami garansi siswa mampu membaca 6 buku dalam satu hari setelah mengikuti pelatihan secara komplit khususnya program reguler, bukan fast track.
Untuk menjadi member sekolah literasi pertama Anda dapat mendaftarkan diri kepada kegiatan literasi kami di seluruh Indonesia.
SD: 12 sesi
SMP: 14 sesi
SMA: 16 sesi
Mahasiswa: 18 Sesi
Umum: 16-18 sesi
Kecepatan membaca siswa minimal 300 kpm, dan dapat mencapai 500 sampai 1000 atau 2000 kpm. Siswa mampu memgaca 1 hari 6 buku di perpustakaan.
Jika siswa sudah mampu embaca cepat, secara otomatis dia dapat meningkatkan minat bacanya, karena membaca ternyata bisa cepat dan gampang.
Siswa mampu memahami bahan bacaan dengan baik, karena siswa tidak membaca cicil, melainkan selesai dalam satu waktu.
Dengan super memory, siswa diajarkan cara mengingat isi bacaan, sehingga sekalipun buku hilang, siswa masih ingat buku yang dibacanya.
Siswa tidak saja bisa membaca cepat, tapi menguasai ilmu membaca, membaca digital, membaca kritis, membaca sintopikal, membaca tanpa membaca dll
Untk yang mengambil kelas regular, kami membantu membimbing, memonitoring, mengevaluasi dan melaporkan perkembangan siswa.
SEKOLAH LITERASI PERTAMA adalah sekolah yang menerapkan Reading Mastery untuk pertama kalinya. Ada beberapa keuntungan yang didapatkan sekolah Literasi sebagai penyelenggara pelatihan Reading Mastery Reguler dibandingkan program Fast Track (pealjaran singakt)
Banyak orang gagal belajar speed reading karena mempelajarinya secara tidak sistematis, seperti menyusun puzzle yang diacak. Akibatnya teknik terasa membingungkan dan sulit diterapkan. Karena itu Reading Mastery mengajarkan membaca secara bertahap, terstruktur, dan harus dipahami serta dipraktikkan sebelum lanjut ke tahap berikutnya.
Dalam Reading Mastery, praktik rutin lebih penting daripada belajar sekaligus dalam jumlah besar. Lebih baik belajar sedikit tetapi konsisten setiap hari. Namun khusus membaca, lebih baik membaca fokus dalam satu sesi penuh agar ritme dan pemahaman terbentuk lebih maksimal.
Paket regular khusus untuk sekolah dengan siswa dalam jumlah besar
/orang/sesi
/orang/sesi
/orang/Sesi
Fast Track untuk sekolah yang ingin mengambil waktu mulai dari 3 jam sampai 12 jam untuk mengadakan pelatihan Reading Mastery ini.
. /orang (Max 3 orang)
✓ 7 jam (1 hari) tidak termasuk istirahat
✓ Free 40 juta ebook dan produk digital
✓ Sertifikat
. /orang (Max 10 orang)
✓ 7 jam (1 hari) tidak termasuk istirahat
✓ Free 40 juta ebook dan produk digital
✓ Sertifikat
/orang/min 50 orang
✓ 7 jam (1 hari) tidak termasuk istirahat
✓ Free 40 juta ebook dan produk digital
✓ Sertifikat
/orang/min 50 orang
✓ 12 Jam (2 hari) tidak termasuk istirahat
✓ Free 40 juta ebook dan produk digital
✓ Sertifikat
Catatan:
Biaya tidak termasuk apabila pelatihan di luar Jabodetabek.
Program Literasi, Asesmen, terbatas. Hanya untuk khusus Jabodetabek Siswa akan mendapatkan ATM dengan Saldo Rp 5.000. Ini sebagai pelajaran literasi finansial dan literasi keuangan.
Untuk luar Jabodetabek dapat asesment gratis. Program literasi digital BCA hanya diberikan apabila disetujui BCA.
Jabodetabek & Perwakilan Seluruh Indonesia
Bambang (+62 812-2938-6681), Yeti 0823-1204-0453, Muljadi 0813-8592-6926
info@alfateta.com